Tahun 2009 ini, merupakan tahun terakhir pelaksanaan Renstra 2005-2009. Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) yang telah ditutup oleh bapak Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA pada Rabu malam (25/02) merupakan kesempatan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk juga dikti untuk memastikan bahwa seluruh target Renstra bisa tercapai dalam satu tahun terakhir ini.
…
Dikti bersama stakeholder pendidikan tinggi yang diundang, telah melakukan evaluasi program dan capaian kinerja pembangunan pendidikan tinggi tahun 2008. Serta telah menghimpun berbagai masukan untuk penyempurnaan draft renstra Depdiknas 2010-2014, terutama bagian Dikti.
Salah satu hal yang cukup menggembirakan untuk tahun 2009 ini adalah kenaikan anggaran dikti yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan tahun 2008, anggaran pendidikan tinggi untuk 2009 naik menjadi 30.55 persen termasuk PNBP. Jika dikeluarkan PNBP, maka kenaikan anggaran dikti adalah menjadi 37.96 persen. Anggaran dana pendidikan tinggi untuk 2009 ini adalah 18 triliun lebih, yaitu 29,56 persen atau sepertiga dari totalitas anggaran Depdiknas. Pendanaan paling tertinggi, pasti masih berada di Ditjen MPDM, yaitu 39,88 persen dari totalitas.
Kenaikan anggaran ini adalah sebagai indikator atas kesadaran para pengambil keputusan betapa pentingnya posisi pendidikan tinggi dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Pendidikan tinggi memiliki peranan penting melahirkan manusia Indonesia yang aktif, mandiri, memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Perubahan paradigma pembangunan di dunia menjadi knowledge-based economic, membuat peranan perguruan tinggi semakin sentral, bukan periperal lagi.
…
Untuk tahun 2009, merupakan (harapannya), tahun “hiruk pikuk” bagi segenap civitas academika, termasuk juga peneliti dan perakayasa di LPND untuk melakukan penelitian, publikasi nasional dan internasional. Tahun 2009 ada kenaikan dana penelitan yang sangat spektakuler dibandingkan dengan tahun 2008. Saat ini dana penelitian mencapai angka satu triliun rupiah untuk totalitas seluruh skim penelitian, termasuk juga hibah penelitian untuk peneliti perekayasa. Ini adalah public expenditure penelitian yang cukup besar. Dan 2/3 dari total anggaran penelitian ini sudah dimasukkan ke DIPA perguruan tinggi.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, dalam hal pemenuhan kualifikasi akademik minimun dosen dan upaya recharging bagi dosen senior, terus mengembangkan program beasiswa untuk studi S2/S3 dalam dan luar negeri dengan skema BPPS, sandwich program, Program Academic Recharging (PAR), dan program aliansi. Tahun 2009, total beasiswa untuk seluruh skema ini, hampir satu triliun rupiah yaitu 997.671.095.000.
Selain itu dikti melakukan program pengembangan pendidikan seni; Pengembangan Pendidikan Bidang Pertanian; Pengembangan Pendidikan Bidang MIPA; Pengembangan Teachng Hospital; penguatan Politeknik baru Pemda, Penguatan 26 Politeknik, Percepatan pembentukan lembaba pembentukan Internal QA di perguruan tinggi, Peningkatan Mutu dan Relevansi Asosiasi Profesi Mahasiswa dan dikti melakukan Pendidikan S1 guru dalam jabatan dan Pendidikan Profesi Guru.
Banyak lagi program Dikti, kesemuanya masuk dalam tiga pilar pendidikan Departemen Pendidikan Nasional yaitu Pemerataan dan perluasan akses; kedua, mutu, relevansi dan daya saing; ketiga, tata kelola, akuntabilitas dan citra publik.